Gonglewanglewong

wong goblok ngeblog

CIDR

Sebenarnya konsep CIDR sudah lama dikenalkan yaitu sejak tahun 1992 yang lalu oleh IEFT. karena saya adalah pendatang baru dalam masalah jaringan komputer, sudah sewajarnya saya baru memahaminya. Itupun sebab adanya tugas presentasi dari komunitas yang baru saya ikuti, hehe..

Tulisan ini bersumber dari penjelasan Pak Romi (http://romisatriawahono.net) tentang CIDR. Dengan berbagai pertimbangan dan alasan yang ga bisa saya tampilkan, angka-angka yang saya pilih dan penghitunganya adalah sama dengan yang ada di sumber. cuma ada beberapa pembahasan yang perlu di perjelas lagi.

Pak Romi bilang “pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat permasalahan yaitu : Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok subnet, dan Alamat Host-Broadcast.”

Tidak semua subnet mask bisa dugunakan untuk melakukan subnetting. oleh sebab itu sebelum kita praktek penghitungan metode ini, kita harus tahu dulu Subnet Mask berapa sajakah yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting, yaitu :

cidr

subnet mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting pun berbeda-beda mengikuti kelas-kelasnya yaitu : Read more »

December 18, 2008 Posted by | TCP/IP | Comments Off

Subnetting

Sebenarnya apa subnetting itu dan buat apa?. Gini, misalkan kita memiliki satu IP address yang telah kita beli dari lembaga pengelola (IANA atau PANDI). Selang beberapa tahun (misalya) seiring dengan bertambahnya kebutuhan yang pada ujung-ujungnya kita memerlukan lebih dari satu network ID untuk koneksi ke internet, maka kita harus melakukan pengajuan lagi ke lembaga pengelola untuk mendapatkan IP address yang baru (kata bang david kurniawan, IlmuKomputer). Padahal IP public tersebut jumlahnya terbatas hal ini dikarenakan saking banyaknya situs-situs internet. Untuk mengatasinya, IP address yang telah kita punya itu kita kelola dengan mandiri menggunakan metode subnetting yang mana fungsi/gunanya untuk memperbanyak network ID dari satu network ID yang telah kita miliki tadi. Read more »

December 4, 2008 Posted by | TCP/IP | Comments Off

TCP Vs UDP

TCP (transmission control protocol)

TCP merupakan protokol lapisan transport, menyediakan layanan yang dikenal sebagai connection-oriented, reliable, dan byte stream service. connection-oriented berarti bahwa sebelum melakukan pertukaran data, dua aplikasi pengguna TCP harus melakukan pembentukan hubungan (handshake) terlebih dahulu. reliable berarti TCP menerapkan proses deteksi kesalahan paket dan mentransmisi ulang. byte stream service berarti paket dikirimkan dan sampai ketujuan secara berurutan.

UDP (user datagram protocol)

UDP tidak seperti TCP yang bersifat connection-oriented, UDP digunakan aplikasi-aplikasi yang secara periodik melakukan aktivitas tertentu. pengiriman datagram ke banyak client sekaligus akan lebih efisien jika prosesnya menggunakan metode connectionless.UDP bersifat connectionless dan tidak ada sequencing (pengurutan data kembali) paket yang datang, acknowledgement ataupun retransmisi terhadap paket yang rusak. Protokol ini digunakan pada aplikasi yang secara periodik melakukan aktifitas tertentu. sehinggan hilangnya data pada suatu saat dapat diperbaiki pada waktu berikutnya. misal query atau streaming.

December 3, 2008 Posted by | TCP/IP | Comments Off

Aplikasi-aplikasi TCP/IP

Selain protokol-protokol yang sudah saya bahas, masih ada protokol-protokol penting lainya yang sebaiknya kita tahu. Protokol-protokol yang akan saya tulis ini saya ambil dari artikel buku panduan komunikasi data “Memahami TCP/IP dan UDP”.

  • UDP (User Datagram Protokol) adalah TCP yang connectionless. hal ini berarti bahwa suatu paket yang dikirim melalui jaringan dan mencapai komputer lain tanpa membuat suatu koneksi. sehingga dalam perjalanan ke tujuan paket dapat hilang karena tidak ada koneksi langsung antara kedua host, jadi UDP sifatnya tidak relible, tetapi UDP adalah lebih cepat dari pada TCP karena membutuhkan koneksi langsung.

  • FTP (File Transfer Protcol), digunakan untuk melakukan upload dan download file, keamanan didasarkan kepada username dan password. Kelemahan dari protokol ini adalah username dan password dikirim secara Clear Text melalui jaringan komunikasi, sehingga dapat menjadi sasaran empuk bagi program pemantau jaringan seperti packet Sniffer. Suatu daemon FTP melakukan listening pada port 21/TCP dan mengirim data pada port 20/TCP. Read more »

December 3, 2008 Posted by | TCP/IP | Comments Off

Penjelasan header-header TCP dan IP

Keterangan header-header ini bener-bener saya tulis ulang dan hanya beberapa kata saja yang saya rubah dari artikel sumber,hehe…

HEADER-HEADER TCP (layer transport)

    Source Port (16 bit). Source port (port asal) merupakan port yang akan digunakan untuk melakukan koneksi ke host lain. Dari gambar diatas terlihat bahwa source port sebesar 16 bit sehingga total jumlah port adalah 2^16=65536. Source port akan diberikan oleh sistem secara acak dengan nilai diatas 1023. Source port ini digunakan oleh host tujuan untuk membalas paket ke host yang melakukan request, sehingga host tujuan akan memberikan paket balasan ke servis yang tepat – tidak nyasar membalas paket ke service yang lain.

    Destination Port (16 bit). Destination port (port tujuan) merupakan port yang akan dituju dalam sebuah koneksi, destination port terkait dengan servis apa yang tersedia di host tujuan. Port-port servis/layanan standar yang dalam komunikasi menggunakan protokol TCP/IP di dalam TCP header didefinisikan sebagai destination port, seperti FTP pada port 21, SSH pada port 22, telnet pada port 23, HTTP pada port 80 (RFC 1700). Jika sebuah host terdapat FTP server misalnya, maka berarti port 21 (sebagai destination port) pada host tersebut terbuka dan siap melakukan koneksi. Read more »

December 3, 2008 Posted by | TCP/IP | Comments Off

TCP/IP

Assalamualaikum Wb. Wb. Selamat pagi siang sore malam semuanya…

Artikel ini saya tulis setelah presentasi tentang TCP/IP sebagai tugas dari sebuah komunitas yang saya ikuti di kampus. Karna saya tergolong pemula dalam hal jaringan komputer dan kemampuan saya juga masih hanya segitu-gitu saja (harap maklum) mungkin artikel ini lebih cocok bagi mereka-mereka yang awam/pemula di bidang jaringan computer.

Semua yang saya tulis di sini mengacu pada artikel-artikel yang saya temukan dari internet dan insyaallah alamat situs-nya akan saya tampilkan di bagian akhir artikel ini. Dari sekian artikel tentang TCP/IP yang saya baca adalah saling melengkapi dengan pengertian, misal di artikel ”A” diterangkan bahwa layer pada TCP/IP jumlahnya ada 4 tapi di artikel “B” TCP/IP punya 5 layer, ternyata ada artikel lain “C” menerangkan bahwa layer TCP/IP ada 4 yang semua itu berada diatas physical layer sehingga sebagian pihak memasukkan physical layer ke dalam TCP/IP layer menjadi layer ke 5. Dalam artikel ini saya mencoba menyatukan beberapa artikel (mengambil keterangan) menjadi satu kesatuan dengan sedikit meringkas dan berusaha tidak mengurangi keterangan inti didalamnya. Urutan-urutan pembahasan di sini pun saya bikin mengikuti pola pikir saya. Misal, saya akan paham tentang “pengiriman dan penerimaan paket data” setelah saya paham akan “header-header pada TCP dan IP”. Maka saya akan mendahulukan pembahasan tentang “header-header TCP dan IP” sebelum saya membahas “pengiriman dan penerimaan paket data”. Read more »

December 3, 2008 Posted by | TCP/IP | Comments Off

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.